Tuesday, 17 February 2015

Budidaya Pembenihan Ikan Hias PraKarya dan Kewirausahaan

Tugas Individu LK-1

1.      Amati dan cermati gambar 3.1!
2.      Sebutkan nama-nama ikan pada gambar tersebut beserta nama latinnya !
1. Arwana (Scleropages sp.)
2. Koi (Cyprinus carpio)
3. Maskoki (Carrasius auratus)
4. Cupang (Betta sp.)
3.      Sebutkan nama-nama ikan diatas, berdasarkan daerah kamu !
1. Arwana
2. Koi
3. Maskoki
4. Cupang
4.      Jenis ikan hias apa yang kamu sukai ? Berikan alasannya !
Ikan cupang. Karena ikan cupang mempunyai bentuk dan karakter yang unik serta dapat bertahan hidup lebih lama.
5.      Apa kesan yang kamu dapatkan setelah mengamati gambar tersebut ?
Dari keempat jenis ikan hias tersebut, mereka mempunyai ciri morfologi yang berbeda-beda. Sehingga untuk mengenali jenis ikannya akan lebih mudah dibandingkan.


Tugas Individu LK-2

1.      Amati lingkungan sekitar kamu!
2.      Catatlah jenis ikan hias yang dibudidayakan di lingkungan sekitarmu.
1. Arwana
3. Maskoki
4. Cupang

3.      Tuliskan ciri-ciri morfologi dari masing-masing jenis ikan !

Ciri morfologi ikan cupang

Cupang hias memiliki sirip yang panjang dan bersifat tenang sedangkan cupang adu memiliki sirip yang pendek dan sangat agresif. Cupang meilikiki berbagai jenis warna mulai dari biru tua, merah tua, albino, kehijauan (Radiopoetro, 1998).
Karakteristik dari Anabantoidei subordo mana mereka berasal, Betta splendens memiliki organ pernapasan aksesori yang disebut organ labirin yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup di perairan dengan kadar oksigen rendah, dengan menghirup udara dari permukaan (Djarubito,1993). Ciri seksualitas primer dan sekunder. Ikan cupang cukup mudah dikenali dengan pengamatan secara visual dari ciri kelamin sekundernya.

Ciri morfologi ikan maskoki

MasKoki memiliki tubuh gendut pendek, punggung agak bongkok, sirip yang lengkap seperti sirip punggung, sirip dada, sirip perut, dan sirip ekor. Bentuk badan MasKoki biasanya pendek dan gempal yang menjadi salah satu ciri khas tersendiri. Dibawah ini adalah ciri-ciri calon induk mas Koki yang siap dijadikan induk:
a.      Umur calon induk minimal 8 bulan, tetapi yang lebih baik berumur 1 tahun.
b.      Sehat dan tidak mengalami stress
c.       Tubuhnya tidak ada luka.
d.      Tidak sedang terserang penyakit atau parasit.
e.      Tubuhnya normal dan tidak cacat

Ciri morfologi ikan arwana

Secara morfologis (ciri-ciri fisik), badan dan kepala arwana agak padat. Tubuhnya pipih dan punggungnya datar, hampir lurus dari mulut hingga sirip punggung. Garis lateral atau gurat sisi yang terletak di samping kiri dan kanan tubuh arwana panjangnya antara 20-24 cm. bentuk mulutnya mengarah keatas dan mempunyai sepasang sungut pada bibir bawah. Ukuran mulutnya lebar dan rahangnya cukup kokoh. Giginya berjumlah 15 - 17. Bagian insangnya di lengkapi dengan penutup insang. Letak sirip punggungnya berdekatan dengan pangkal sirip ekor (caudal). Sirip anusnya lebih panjang dari pada sirip punggung (dorsal), hampir mencapai sirip perut (ventral). Panjang arwana arwana dewasa sangat variatif, antara 30 - 80 cm. Sisiknya berukuran besar dan permukaanya mengkilap. Bentuk sisiknya berupa cycloid atau melingkar.

4.      Diskusikan bersama kelompok,  kemudian presentasikan dan simpulkan !
Kesimpulannya adalah setiap jenis ikan mempunyai bentuk dan ciri morfologi yang berbeda, dengan perbedaan tersebut kita akan lebih mudah memahami apa jenis ikan tersebut.

5.      Ungkapkan perasaan yang timbul dengan adanya jenis-jenis ikan hias di Indonesia.
Ungkapan pemahaman
Ikan hias adalah ikan nonkonsumsi, karena kandungan di dalam tubuh ikan hias mempunyai zat beracun. Sebaiknya ikan hias terus dilestarikan dan dibudidayakan. Karena kecantikan dan keunikan ikan hias akan membawa keuntungan yang besar bagi pembudidaya yang mau berusaha.

Tugas Individu LK-3

1.      Amati dan cermati penjelasan diatas!
2.      Sebutkan nama ikan diatas (gambar 3.2, 3.3, 3.4, dan 3.5), berdasarkan daerah kamu !

Nama Daerah Ikan Hias
Gambar
Nama ikan hias
Nama daerah
3.2
Arwana
Arwana
3.3
Koi
Koi
3.4
Maskoki
Maskoki
3.5
Cupang
Cupang

3.      Carilah informasi harga jual benih ikan hias yang dibudidayakan di daerah kamu !
Ø  Arwana
Benih ikan arwana dengan ukuran 2 inchi dapat dijual dengan Rp 25.000 – 35.000 / ekor, bahkan terdapat jenis lain yang harganya mencapai Rp 100.000,00 – Rp 250.000,00 per ekor per 2 inchi.

Ø  Koi
Harga benih ikan koi di pasaran dijual dengan harga Rp 1.000,00 per ekor untuk ukuran 5-7 cm, Rp 300,00 per ekor untuk ukuran 1-3 cm.

Ø  Maskoki
Harga jual benih ikan maskoki untuk ukuran kecil Rp 1.400,00, ukuran sedang Rp 3.500,00 dan ukuran besar Rp 10.000,00

Ø  Cupang
Harga ikan cupang Rp 5.000,00 – Rp 10.000,00

4.      Diskusikan bersama kelompok,  kemudian presentasikan dan simpulkan !
Kesimpulannya adalah harga jual benih ikan tergantung dengan jenis, ukuran, dan kualitas ikan.

5.      Ungkapkan pendapat kamu setelah mengetahui potensi ikan hias di daerahmu!
Ungkapan pemahaman

Di daerah kami yaitu daerah sragen, ikan hias sekarang sudah berpotensi tinggi. Dimulai dari benihnya saja sudah berkualitas, hanya tinggal mengembangkannya dengan pembudidayaan yang terawat.

Tugas Individu LK-4

1.      Jelaskan manfaat ikan hias !
Mengurangi stress dan keletihan
2.      Mengapa ikan hias dapat menghilangkan stress ?
Karena hanya dengan meluangkan waktu beberapa menit untuk duduk di depan kolam, rasa stress dan lelah akan hilang dengan sendirinya.
3.      Mengapa sebagian masyarakat menganggap ikan hias sebagai pembawa keberuntungan ?
Karena menurut ilmu fengshui, kolam ikan hias di rumah membawa hoki bagi pengguna rumah
4.      Sebutkan dan jelaskan ikan hias yang sering dianggap sebagai pembawa keberuntungan !
Ikan mas koi dinilai dapat mengusir Chi (pengaruh) buruk yang berada di dalam rumah.


Tugas Kelompok LK-5

Amati dan cermati cerita diatas
1.      Carilah usaha budidaya di daerah kamu!
2.    Tanyakan ke pembudidaya ikan di daerahmu tentang bahan-bahan yang digunakan dalam pembenihan ikan !
·         Botol bekas
·         Kolam terpal
·         Induk ikan
·         Pakan alami
·         Pakan untuk benih
3.      Dokumentasikan bahan yang digunakan dalam pembenihan ikan konsumsi yang sering dilakukan di daerahmu dengan foto atau video !
4.      Diskusikan bersama kelompok,  kemudian presentasikan dan simpulkan !
Kesimpulannya adalah pembenihan ikan harus diawali dengan menyiapkan bahan pedukung terlebih dahulu.

Tugas Kelompok LK-6

1.      Amati dan cermati cerita diatas
2.      Carilah usaha budidaya di daerah kamu!
3.      Tanyakan ke pembudidaya ikan di daerahmu tentang peralatan yang digunakan dalam pembenihan ikan
·         Selang
·         Aquarium
·         Aerator
·         Seser
4.      Dokumentasikan peralatan yang digunakan dalam pembenihan ikan konsumsi yang sering dilakukan di daerahmu dengan foto atau video !
5.      Diskusikan bersama kelompok,  kemudian presentasikan dan simpulkan !
Kesimpulannya adalah dalam usaha membudidayakan ikan, alat untuk pembenihan sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan pembenihan ikan. Alat yang digunakan ini tidak terlalu rumit.

Tugas Kelompok LK-7

1.      Amati dan cermati cerita diatas
2.      Carilah usaha budidaya ikan hias  di daerah kamu dan dokumentasikan!
3.      Sebutkan sarana dan prasarana produksi yang digunakan dalam proses pembenihan ikan hias !
·         Baskom (bak plastik)
·         Botol bekas
·         Akuarium
4.      Tanyakan ke pembudidaya ikan di daerahmu tentang teknik-teknik dalam pembenihan ikan
a.      Mempersiapkan sarana dan prasarana (media pemijahan indukan)
b.      Pemeliharaan induk
c.       Pemijahan induk
d.      Penetasan telur
e.      Pemeliharaan larva dan benih
5.      Ceritakan teknik  pembenihan ikan hias dengan cara mewawancarai  pembudidaya ikan di daerahmu !
6.      Dokumentasikan cara pembenihan ikan yang sering dilakukan di daerahmu dengan foto atau video !
7.      Diskusikan bersama kelompok,  kemudian presentasikan dan simpulkan !
Kesimpulannya adalah teknik dalam pembenihan ikan harus dilakukan secara urut. Untuk teknik terakhir yaitu pemeliharaan larva dan benih memang relative sulit, sehingga membutuhkan ketelatenan dalam bekerja.
8.      Ungkapkan pemahaman yang timbul setelah mengetahui potensi perikanan nonkonsumsi (ikan hias) di daerah masing-masing
Potensi perikananan non konsumsi di daerah kami sangat tinggi, teknik yang digunakan untuk membubidayakan ikan sangat sederhana.

Tugas Kelompok LK-8
1.      Amati dan cermati cerita diatas
2.      Lakukan pemeliharaan ikan hias sesuai dengan kreativitas kamu
3.      Media pemeliharaan dapat menggunakan barang yang sudah tidak terpakai (barang bekas)
4.      Dokumentasikan usaha pemeliharaan ikan hias yang kamu lakukan dengan foto atau video
5.      Buatlah laporan hasil pemeliharaan dan presentasikan

Tugas Kelompok LK-9
1.      Sebutkan alat-alat yang biasa digunakan dalam budidaya
·         Selang
·         Seser
·         Ember
·         Mangkok
2.      Sebutkan peralatan yang berpotensi membahayakan pembudidaya/ pembenih ikan
Semua berbahaya jika kita ceroboh
3.      Menurut kamu, apakah kegiatan budidaya/pembenihan ikan dapat membahayakan para pembudidaya ikan ?
Kegiatan budidaya/pembenihan ikan dapat membahayakan para pembudidaya ikan
4.      Menurut kamu, mengapa kesehatan dan keselamatan kerja perlu di perhatikan ?
Karena dapat menganggu kesehatan pekerja dan dapat menimbulkan kecelakaan kerja
5.      Diskusikan dengan kelompok lalu simpulkan !
Kesimpulannya adalah kita harus tetap berhati-hati dan menerapkan keselamatan kerja dalam membudidayakan ikan.

Tugas Kelompok LK-10
1.      Amati dan ceramati penjelasan diatas !
2.      Sebutkan dan jelaskan metode lain yang digunakan untuk proses pengemasan dan pendistribusian benih ikan hias !
Diberokan, pengemasan dan pendistribusian disesuaikan daya tampung, pengangkutan tepat waktu
3.      Apa yang kamu ketahui tentang pemberokan? Carilah istilah lain dari pemberokan di daerah kamu?
Pemberokan adalah suatu perlakuan untuk mengistirahatkan ikan setelah mendapat penanganan tertentu di tempat pemeliharaan agar kondisi ikan lebih baik, dan tidak/mengurangi stress selama di perjalanan.
4.      Beli ikan hias, kemudian praktikkan cara pengemasan sesuai dengan kreativitas kamu!
5.      Catatlah berapa lama ikan tersebut dapat bertahan hidup
6.      Diskusikan bersama kelompok, kemudian presentasikan dan simpulkan!

Tugas Kelompok LK-11
1.      Amati dan cermati penjelasan di atas
2.      Mengapa factor lingkungan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembenihan ikan hias?
Karena budidaya ikan hias harus sesuai dengan kondisi lingkungan habitatnya.
3.      Wawancarailah pengusaha pembenihan ikan hias! Bagaimana cara memperbaiki kualitas air kolam/wadah pembenihan ikan hias?
Temperature air dikisarkan 24-30, pH dinetralkan (pH -7), oksigen terlarut >3 ppm, dan kecerahan air 30-0 cm
4.      Jelaskan factor lingkungan lain yang menunjang keberhasilan pembenihan ikan hias!
Habitat/air, suhu, PH, kesadahan air, kandungan oksigen terlarut, dan kecerahan air
5.      Diskusikan bersama kelompok, kemudian presentasikan dan simpulkan!
Kesimpulannya adalah faktor lingkungan ikan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembenihan ikan hias. Jadi rawatlah lingkungan hidup ikannya.

Tugas Kelompok LK-12
1.      Carilah minimal 2 orang pembudidaya pembenihan ikan hias yang ada disekitarmu!
2.      Lakukan wawancara dengan pembenih ikan hias!
3.      Tanyalah factor keberhasilan budidaya dan kegagalan budidaya pembenihan ikan hias kepada pembudidaya!
·         Faktor dari aspek teknis: Kualitas, kuantitas
·         Faktor dari aspek non teknis: perencanaan, menetapkan tujuan, inovasi, pemasaran, jangan mengeluh dan menyerah adalah kunci utama sukses usaha.
4.      Identifikasi karakteristik pengusaha tersebut!
5.      Cobalah analisis mengapa pengusaha tersebut dapat berhasil!
Karena pengusaha tersebut telah bekerja dengan giat untuk mendapatkan hasil budidaya ikan hias yang maksimal dengan menjaga kualitas, kuantitas, dan aspek teknis dan non teknis.
6.      Buatlah rencana bisnis budidaya pembenihan ikan!
a.      Nama Perusahaan
Excellent Fish
b.      Lokasi perusahaan, lokasi pertokoan, dan lokasi pabrik/industry
Sragen
c.       Komoditi yang akan diusahakan
Berbagai jenis ikan
d.      Konsumen yang dituju
Umum
e.      Pasar yang akan dimasuki
Pasar Bunder Sragen
f.        Partner yang akan diajak kerja sama
Teman-teman XI MIA 1
g.      Personil yang dipercaya
Bp. Harsoyo
h.      Jumlah modal yang diharapkan dan yang tersedia
Rp 450.000
i.        Peralatan perusahaan yang perlu disediakan
Induk ikan, pakan ikan, aerator, media pemeliharaan
j.        Penyebaran promosi
Brosur
7.      Tentukan strategi pemasaran benih ikan!
Berikan souvenir gratis jika pembelian melebihi Rp 100.000
8.      Diskusikan dengan kelompokmu dan presentasikan!
9.      Buatlah hasil wawancara tersebut dan simpulkan!
Kesimpulannya adalah untuk mengawali bisnis budidaya ikan kita harus memikirkan konsepnya dulu, baru bertindak sesuai rencana.

Tugas Kelompok LK-13

1.      Carilah minimal 2 orang pembudidaya pembenihan ikan hias yang ada di sekitarmu dan lakukan wawancara mengenai budidaya pembenihan ikan hias!
2.      Tanyalah biaya produksi yang dikeluarkan oleh pembudidaya tersebut!

No.
Kebutuhan
Jumlah
Biaya Satuan (Rp)
Biaya Total (Rp)
1.
Media pemeliharaan
2
50.000
100.000
2.
Induk ikan cupang
1 paket
100.000
100.000
3.
Artemia dan kutu air
1 paket
100.000
100.000
4.
Biaya listrik (Aerator)
1 paket
100.000
100.000
5.
Lain-lain
-
50.000
50.000
Total
450.000

3.      Jika kamu diberikan modal usaha sebesar Rp 1.000.000, usaha pembenihan ikan apa yang kamu lakukan?
Ikan cupang
4.      Buatlah rincian biaya produksi budidaya pembenihan ikan hias yang akan kalian lakukan dari modal usaha tersebut!

No.
Kebutuhan
Jumlah
Biaya Satuan (Rp)
Biaya Total (Rp)
1.
Media pemeliharaan
4
200.000
200.000
2.
Induk ikan cupang
3 paket
300.000
300.000
3.
Artemia dan kutu air
2 paket
200.000
200.000
4.
Biaya listrik (Aerator)
2 paket
200.000
200.000
5.
Lain-lain
-
100.000
100.000
Total
1.000.000

5.      Hitunglah omset dan hasil keuntungan yang kamu dapat satu kali siklus pembenihan ikan hias tersebut!
Jika benih yang dihasilkan 800 ekor, asumsi harga jual benih ikan cupang dihargai Rp5.000/ekor, maka dalam satu siklus pembenihan, dapat dihasilkan omset sebesar Rp5.000 x 800 = Rp 4.000.000 per siklus pembenihan
Jadi pendapatan bersih = Omset – modal
                                       = Rp 4.000.000 – Rp 1.000.000
= Rp 3.00.000 per siklus pembenihan
6.      Jika keuntungan yang dihasilkan besar, apakah kamu ingin menjadi pengusaha pembenihan ikan hias?
Iya.
7.      Diskusikan dengan kelompokmu dan presentasikan serta simpulkan!
Kesimpulannya adalah dalam membudidayakan ikan kita juga harus memprioritaskan modal, omset, dan labanya.

Tugas kelompok LK-14

1.      Carilah minimal 2 orang pembudidaya pembenihan ikan hias yang ada di sekitarmu, dan lakukan wawancara dengan pembudidaya tersebut!
2.      Hitunglah berapa nilai BEP yang dilakukan pembudidaya tersebut!

BEP Produksi = (Total Biaya)/(Harga Penjualan) =  (Rp 450.000)/(Rp 1.000) = 450 ekor

BEP Harga     = (Total Biaya)/(Total Produksi) =  (Rp 450.000)/(900 ekor) = Rp 500/ekor

3.      Hitunglah nilai BEP dari usaha pembenihan ikan hias yang kamu lakukan (sesuai LK-13)!

BEP Produksi = (Total Biaya)/(Harga Penjualan) =  (Rp 1.000.000)/(Rp 5.000) = 200 ekor

BEP Harga     = (Total Biaya)/(Total Produksi) =  (Rp 1.000.000)/(800 ekor) = Rp 1250/ekor


4.      Diskusikan dengan kelompokmu dan presentasikan!

Friday, 19 December 2014

Contoh Surat Pribadi dalam bentuk bahasa inggris

Example of Personal Letter
123 West Village Way
Suite 907
New York, New York
10123-3899

December 19, 2014

Mavis Jamieson
408 West 60th Street
Suite 1856
New York, New York
10125-0394

Dear Mavis,
Please accept my heartiest congratulations on your recent selection for inclusion on the short-list for the New York City Writers Prize
I just heard the news today from Francis Good speed when she dropped into my office with the marked up proofs for her latest collection of stories. As you can imagine, Fran was very excited too!
A am so proud of you. As you know, I have been a longtime promoter of your work, and in my mind it’s about time they finally recognized your talent. In fact, I believe that your selection for the New York City Writers Prize short-list is long overdue.
I have already read two of the books that are short-listed and my opinion they don’t hold a candle to your “No Turning Back”. I will read the other three books nominated and let you know what I think. Although, I could hardly be considered an objective reviewer on this one!
Once again Mavis, my sincere congratulations on your nomination. Just being nominated for the New York City Writes Prize is an honor in itself. I will be keeping my fingers crossed for you until they announce the winner on March 1st.

Sincere best wishes,

Justin Marchay

Wednesday, 17 December 2014

Aksara Jawa

Hanacaraka

Pasangan

Murda

Pasangan Murda

Sandhangan

Angka

Swara




HIV dan AIDS

Mengenal HIV & AIDS
HIV dan AIDS adalah dua istilah yang berbeda tapi saling berhubungan. HIV adalah virus yang menyebabkan terjadinya AIDS. Selain itu HIV juga adalah sebuah tahap dari penyakit dimana seorang masih dalam tahap HIV (ada virus HIV dalam tubuhnya) tampak biasa dan sehat serta tidak membutuhkan pengobatan. Sedangkan tahap AIDS adalah situasi dimana seseorang telah terinfeksi penyakit-penyakit penyerta (Infeksi Opportunistik).

Apakah HIV itu?
HIV atau singkatan dari Human Immunodeficiency Virus adalah virus yan menyeran sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. HIV termasuk golongan retrovirus.

Apakah AIDS itu?
AIDS atau singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena menurunnya kekebalan tubuh. AIDS disebabkan oleh infeksi HIV. Akibat menurunnya kekebalan tubuh pada seseorang maka orang tersebut sangat mudah terkena penyakit TBC, jamur di mulut atau kandidiasis, berbagai radang pada kulit, paru, saluran pencernaan, otak dan kanker (Infeksi Opportunistik/IO).

Apakah kita dapat mengenali orang yang terinfeksi HIV?
Status terinfeksi HIV hanya dapat diketahui setelah mengikuti test HIV beserta konseling. Layanan test HIV dan konseling disebut sebagai VCT atau singkatan dari Voluntary Counseling & Testing (test HIV sukarela). Orang yang terkena HIV dapat menularkan virusnya kepada orang lain (termasuk suami istri) sepanjang hidupnya tanpa dia ketahui, bila dia melakukan hubungan seks tanpa kondom atau berbagai alat suntik dengan orang lain.

Bagaimana penularan HIV/AIDS kepada orang lain?
HIV dapat ditularkan dengan cara berikut :
  1. Melalui cairan mani gnatau cairan vagina
  2. Melalui darah
  3. Melalui air susu ibu
Apakah berteman atau hidup dengan orang yang HIV positif dapat menularkan HIV?
HIV hanya dapat ditularkan dengan tiga cara tersebut diatas. Berikut ini adalah hal-hal yang tidak akan menularkan virus HIV, yaitu :
  1. Keringat
  2. Saliva/Air liur
  3. Bersin dan Batuk
  4. Menggunakan WC yang sama
  5. Makan dengan alat makan yang sama
  6. Gigitan nyamuk dan serangga lainnya
  7. Berenang bersama
Bagaimana kita mencegah penularan HIV?
  1. Menghindari hubungan seks sebelum menikah
  2. Menghindari berganti-ganti pasangan seksual
  3. Menggunakan kondom jika berhubungan seks dengan pasangannya jika sudah menikah
  4. Hindari narkoba termasuk miras atau singkatannya minuman keras
  5. Tidak menggunakan alat suntik dan alat tusuk lainnya berganti-ganti/bersama dengan orang lain
  6. Memastikan bahwa donor bebas dari HIV melalui skrining/pemeriksaan
  7. Perempuan yang terkena HIV apabila ingin hamil atau sudah hamil perlu mengikuti program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (hubungi rumah sakit yang menyediakan layanan PMTCT atau singkatan dari Prevention Mother To Child Transmission)
Apakah orang dengan AIDS dapat diobati dan disembuhkan?
Orang yang telah masuk dalam tahap AIDS dapat diobati. Pengobatan yang tersedia saat ini dengan ARV, bisa menekan perkembangan virus HIV di dalam tubuhnya sehingga dia tetap atau kembali sehat dalam arti bisa kembali bebas gejala namun virus HIV ada di dalam tubuhnya dan tetap bisa menularkan pada orang lain.

Dimana pengobatan bagi pasien AIDS?

Pada saat ini sudah ada sekitar 300 rumah sakit di seluruh Indonesia yang bisa memberikan pengobatan kepada orang yang sudah AIDS. Obat yang diberikan itu disebut Antiretrovial (ARV), ARV saat ini masih disubsidi oleh pemerintah. Minimal terdapat satu RS di setiap provinsi yang dapat memberikan obat ARV ini dan sudah banyak pula RS di kabupaten kota (termasuk RSUD dr. Suhadi Prijonegoro) yang melayani pengobatan ARV ini.

Sunday, 7 September 2014

Laporan Resmi Praktikum Biologi (Difusi Sirup)

Pengamatan Difusi

I. Tujuan
  1. Mengamati proses difusi pada sirup
  2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses difusi
II. Dasar Teori
     Dalam keadaan yang sama, molekul kecil lebih cepat berdifusi melalui membran sel daripada molekul besar. Difusi sederhana dari molekul hidrofilik yang besarnya lebih dari 7 - 8 Å (Å = angstrom = 10-10 m) hampir tidak dapat berlangsung karena terhalang oleh membran sel, tetapi molekul tersebut dapat masuk ke dalam sel dengan cara difusi terbantu atau facilitated diffusion. (Biologi, XI, BSE hal 14) 
    Tidak seluruh molekul dapat berdifusi masuk ke dalam sel. Membran sel terdiri atas molekul-molekul fosfolipid dengan pori-pori ultramikroskopik yang dapat melewatkan molekul-molekul berukuran kecil dan ion. Molekul-molekul yang dapat melewati membran sel di antaranya adalah oksigen, karbon dioksida, air, dan beberapa mineral yang larut dalam air. Molekul berukuran sedang, seperti molekul gula dan asam amino, tidak dapat berdifusi melewati membran sel. (Praktis Belajar Biologi, XI, BSE hal 10)
III. Alat dan Bahan
  • Alat
  1. Pipet
  2. Gelas Aquades
  3. Stopwatch
  • Bahan
  1. Aquades
  2. Sirup (warna merah)
IV. Cara Kerja
  • Menyiapkan empat buah gelas aqua yang telah diisi dengan aquades dengan volume yang sama
  • Meneteskan sirup dengan pipet pada masing-masing gelas:
  1. Gelas I        → satu tetes sirup
  2. Gelas II       → dua tetes sirup
  3. Gelas III     → tiga tetes sirup
  4. Gelas IV     → empat tetes sirup
(Dengan bersamaan menjalankan stopwatch.)
  • Mencatat lama waktu yang digunakan untuk sirup mencapai larutan isotonis.
V. Data Hasil Pengamatan
NO
PERLAKUAN
WAKTU PENYEBARAN
1.
Aquades dalam gelas yang diberi satu tetes sirup.
41,25 detik
2.
Aquades dalam gelas yang diberi dua tetes sirup.
43,84 detik
3.
Aquades dalam gelas yang diberi tiga tetes sirup.
1.04,00 detik
4.
Aquades dalam gelas yang diberi empat tetes sirup.
1.51,00 detik

VI. Analisa Data

     Dari data hasil pengamatan hasil difusi di atas menunjukkan bahwa penyebaran molekul sirup yang bersifat hipertonis pada gelas I paling cepat dikarenakan perlakuan pada gelas I volume zat terlarutnya paling sedikit. Semakin sedikit volume zat terlarut maka semakin kecil pula ukuran partikelnya sehingga proses difusinya lebih cepat.

     Berdasarkan data hasil pengamatan di atas, pada gelas IV diperoleh data waktu 1 menit 51 detik dengan zat terlarut sebanyak empat tetes sirup. Pada gelas III diperoleh waktu 1 menit 4 detik dengan zat terlarut sebanyak tiga tetes sirup. Sedangkan pada gelas II diperoleh data waktu 43,84 detik dengan zat terlarut sebanyak dua tetes sirup. Dan pada gelas I diperoleh waktu 41,25 detik dengan zat terlarut sebanyak satu tetes.Dari data yang telah diperoleh dapat diketahui bahwa pada gelas I yang diberi satu tetes sirup dengan gelas II yang diberi dua tetes sirup lama waktu pelarutannya berbeda, begitu pula antara gelas II dengan gelas III, gelas III dengan gelas IV, dan seterusnya. Hal tersebut terjadi karena perbedaan zat terlarutnya (sirup).Semakin banyak zat terlarut, maka semakin lama pula waktu pelarutannya agar kedua zat tersebut dapat mencapai larutan yang isotonis.

     Jadi difusi adalah perpindahan larutan dari konsentrasi tinggi/hipertonis dalam hal ini yang digunakan adalah larutan sirup menuju ke larutan encer/hipotonis dalam hal ini adalah air tanpa melalui membrane. Adapun factor-faktor yang mempengaruhi difusi ada lima, namun dalam percobaan ini tidak semua factor yang mempengaruhi difusi diamati, hanya volume zat terlarut yang diamati. Sedangkan volume zat pelarut ketebalan tempat/wadahnya, suhu, jarak, dibuat sama sebagai variable control.

     Selain percobaan yang telah dilakukan di atas dalam keseharian dapat dijumpai pula peristiwa lain yang juga memanfaatkan proses difusi. Contohnya adalah peristiwa larutnya gula dalam pembuatan minuman. Selain itu peristiwa tercemarnya air sungai karena limbah yang berkonsentrasi tinggi juga merupakan contoh lain dalam proses difusi.

VII. Diskusi
  • Air dan sirup yang kamu bawa itu untuk mengamati proses apa? Difusi
  1. Pada percobaanmu, faktor apa yang diukur dan mempengaruhi kecepatan difusi? Volume zat terlarut
  2. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor lainnya (selain yang diukur untuk percobaan) yang mempengaruhi kecepatan difusi!Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak, sehingga kecepatan difusi semakin tinggi.
    Ketebalan membran.
    Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
    Luas suatu area.
    Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
    Jarak.
    Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
    Suhu
    Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya!
  3. Peristiwa difusi ada dua macam, sebut dan jelaskan! Difusi terfasilitasi : Difusi yang memerlukan bantuan protein sehingga difusi ini melalui membran ; Difusi Sederhana : Perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah tanpa melalui membran
  4. Pada percobaan itu termasuk golongan difusi apa? Jelaskan! Difusi sederhana, karena difusi dalam percobaan ini tanpa melalui membran.
  5. Carilah contoh dalam kehidupan sehari-hari yang termasuk dalam dua golongan difusi! Pembuatan nata de coco, Penggunaan cairan infus
VIII. Kesimpulan
  1. Larutan sirup mengalami difusi sederhana yaitu perpindahan zat dari konsentrasi tinggi atau hipertonis ke konsentrasi rendah atau hipotonis tanpa melalui membran
  2. Dalam percobaan difusi ini hanya volume zat terlarut yang mempengaruhi faktor proses difusi
IX. Daftar Pustaka
Rachmawati, Faidah. 2009, Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Program IPA. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Ferdinand, Fictor. 2009. Praktis Belajar Biologi 2. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Friday, 22 August 2014

Pengamatan Osmosis Sel Kentang


I.                   TUJUAN

ü  Mengamati peristiwa osmosis pada sel kentang
ü  Mengamati terjadinya turgiditas pada sel kentang
ü  Mengamati terjadinya krenasi pada sel kentang

II.                DASAR TEORI
Secara luas, proses osmosis diartikan sebagai proses perpindahan pelarut melewati sebuah membran semipermeabel. Secara sederhana, osmosis dapat diartikan sebagai proses difusi air sebagai pelarut, melewati sebuah membran semipermeabel. Masuknya air ini dapat menyebabkan tekanan air yang disebut tekanan osmotik. Pada sel tanaman disebut tekanan turgor.
Terdapat tiga sifat larutan yang dapat menentukan pergerakan air pada osmosis, yaitu hipertonik, hipotonik, dan isotonik. Suatu larutan dikatakan hipertonik jika memiliki konsentrasi zat terlarut lebih tinggi dibandingkan larutan pembandingnya. Dalam hal ini, larutan pembanding akan bersifat hipotonik karena memiliki konsentrasi zat terlarut lebih kecil. Larutan isotonik, memiliki konsentrasi zat terlarut yang sama dengan larutan pembanding.
Osmosis adalah proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui membrane semipermeabel, sehingga didapatkan larutan yang berkonsentrasi seimbang (isotonis).
Bila sel memiliki konsentrasi zat terlarut lebih tinggi (sedikit air atau hipertonik) daripada di luar sel, maka air yang ada di luar sel akan masuk ke dalam sel. Peristiwa masuknya air ke dalam sel tersebut dapat mengakibatkan pecahnya sel pada sel hewan (hemolisis). Sedangkan, pada sel tumbuhan, sel hanya akan menggembung karena ditahan oleh dinding sel. Konsentrasi air yang tinggi di luar sel disebut hipotonik.
Sedangkan, bila sel memiliki konsentrasi zat terlarut lebih rendah (banyak air) daripada di luar sel, maka air yang ada di dalam sel akan keluar sel. Keluarnya air dari sel akan mengakibatkan sel mengerut. Pada sel hewan, mengerutnya sel ini disebut krenasi, sedangkan pada sel tumbuhan disebut plasmolisis.
Pergerakan molekul air melalui membran semipermeabel selalu dari larutan hipotonis menuju ke larutan hipertonis sehingga perbandingan konsentrasi zat terlarut kedua larutan seimbang (isotonik). Misalnya, sebuah sel diletakkan di dalam air murni. Konsentrasi zat terlarut di dalam sel lebih besar (hipertonik) karena adanya garam mineral, asam-asam organik, dan berbagai zat lain yang dikandung sel. Dengan demikian, air akan terus mengalir ke dalam sel sehingga konsentrasi larutan di dalam sel dan di luar sel sama. Namun, membran sel memiliki kemampuan yang terbatas untuk mengembang sehingga sel tersebut tidak pecah. Pada sel darah merah, Peristiwa ini disebut hemolisis. Pada sel tumbuhan, peristiwa ini dapat teratasi karena sel tumbuhan memiliki dinding sel yang menahan sel mengembang lebih lanjut. Pada sel tumbuhan keadaan ini disebut turgid. Keadaan sel turgid membuat tanaman kokoh dan tidak layu.
Di alam, air jarang ditemukan dalam keadaan murni, air selalu mengandung garam-garam dan mineral-mineral tertentu. Dengan demikian, air aktif keluar atau masuk sel. Hal tersebut berkaitan dengan konsentrasi zat terlarut pada sitoplasma. Pada saat air di dalam sitoplasma maksimum, sel akan mengurangi kandungan mineral garam dan zat-zat yang terdapat di dalam sitoplasma. Hal ini membuat konsentrasi zat terlarut di luar sel sama besar dibandingkan konsentrasi air di dalam sel.
Jika sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonik, air akan terus-menerus keluar dari sel. Sel akan mengerut, mengalami dehidrasi, dan bahkan dapat mati. Pada sel tumbuhan, hal ini menyebabkan sitoplasma mengerut dan terlepas dari dinding sel. Peristiwa ini disebut plasmolisis. Dengan demikian, pada saat tertentu, sel perlu meningkatkan kembali kandungan zat-zat dalam sitoplasma untuk menaikkan tekanan osmotik di dalam sel. Cara sel mempertahankan tekanan osmotiknya ini disebut osmoregulasi.

III.             ALAT DAN BAHAN
a.       Alat
1.      Cutter/ pisau
2.      Penggaris
3.      Gelas aquades
4.      Tisu
5.      Sendok makan

b.      Bahan
1.      Kentang
2.      Garam
3.      Aquades

IV.             CARA KERJA
a.       Mengupas umbi kentang lalu memotong berbentuk dadu dengan ukuran 1 cm x 1 cm x 1 cm sebanyak empat buah.
b.      Merendam potongan umbi kentang selama sehari ke dalam gelas aqua yang berisi:
a)      Gelas I     → aquades
b)      Gelas II    → satu sendok makan garam
c)      Gelas III → dua sendok makan garam
d)     Gelas IV  → tiga sendok makan garam
c.       Mengangkat potongan umbi kentang yang telah direndam lalu tiriskan di atas tisu.
d.      Mengamati dan mencatat perbedaan umbi kentang setelah direndam.

V.                DATA HASIL PENGAMATAN

NO.
PERLAKUAN
KONDISI FISIK PADA KENTANG
SEBELUM DIRENDAM
SESUDAH DIRENDAM
1.
Rendaman kentang dengan aquades.
v  Warna kuning cerah
v  Tekstur padat
v  Permukaan halus
v  Warna kuning pucat
v  Tekstur padat, mengembang
v  Permukaan halus
2.
Rendaman kentang dengan larutan garam   (1 sendok makan)
v  Warna kuning cerah
v  Tekstur padat
v  Permukaan halus
v  Warna kuning dengan bercak-bercak kehitaman
v  Tekstur agak lembek
v  Permukaan agak kasar
v  Sedikit mengkerut

3.
Rendaman kentang dengan larutan garam   (2 sendok makan)
v  Warna kuning cerah
v  Tekstur padat
v  Permukaan halus
v  Warna kuning pucat kehitaman
v  Tekstur lembek
v  Permukaan kasar
v  Mengkerut, bertambah kecil
4.
Rendaman kentang dengan larutan garam     (3 sendok makan)
v  Warna kuning cerah
v  Tekstur padat
v  Permukaan halus
v  Warna keputihan dengan bercak-bercak hitam
v  Tekstur sangat lembek
v  Permukaan sangat kasar
v  Ukuran semakin kecil

VI.             ANALISA DATA

            Dari percobaan yang telah dilakukan, sel kentang mengalami perubahan, sebagian kentang mengalami pertambahan berat, namun ada kentang yang mengalami pengurangan berat. Hal ini terjadi karena air bersifat hipotonis maupun hipertonis terhadap sel kentang.
             Yang terjadi pada sel kentang setelah dimasukkan ke dalam air murni, kentang mengalami perubahan berat, yaitu kentang bertambah bertambah beratnya. Potongan kentang yang direndam di dalam air aquades yang bersifat hipotonis, akan menyebabkan air tersebut masuk ke dalam sel-sel kentang melalui membrane sel dari kentang sehingga kentang bertambah besar dan warnanya menjadi kuning pucat. Hal tersebut terjadi karena adanya peristiwa turgiditas, yaitu proses masuknya air ke dalam sel-sel tumbuhan sehingga akan menyebabkan tekanan. Tekanan tersebut yang menyebabkan potongan kentang bertambah besar.Hal ini terjadi pada gelas I.
                   Pada gelas II yang diberi satu sendok garam menyebabkan zat pelarut (air) menjadi larutan yang cenderung hipertonis. Hal tersebut membuat larutan di dalam sel kentang akan tertarik keluar sehingga kentang akan mengkerut dan warnanya berubah menjadi kuning kehitaman. Tekstur kentang pada gelas II juga berubah, semula yang bertekstur padat dan permukaannya halus menjadi agak lembek dan permukaannya menjadi sedikit kasar.
                   Pada gelas percobaan III, diberi dua sendok makan garam. Sama dengan peristiwa yang terjadi di gelas II, namun ada perbedaan dalam ukuran, warna, juga tekstur kentang.Potongan kentang yang direndam pada gelas III berwarna kuning pucat kehitaman dan berukuran lebih kecil dari kentang di gelas II.Sedangkan teksturnya lebih lembek dan permukaannya juga lebih kasar. Hal ini terjadi karena jumlah garam yang dilarutkan ke dalam air lebih banyak dibanding dengan gelas II, sehingga larutannya lebih bersifat hipertonis.
                   Dan pada gelas ke-IV yang diberi tiga sendok makan garam, potongan kentang yang direndam di dalam larutan ini berukuran paling kecil dibandingkan dengan potongan kentang pada gelas I, II, maupun III.Warnanya pun lebih pucat dan bintik-bintik hitamnya lebih banyak. Sedangkan teksturnya sangat lembek dan permukaannya menjadi sangat kasar.Hal ini disebabkan karena jumlah garam yang dilarutkan lebih banyak, yaitu tiga sendok makan.
                   Berdasarkan percobaan di atas, dapat diketahui bahwa peristiwa turgiditas terjadi pada gelas I dengan zat pelarut air yang merupakan larutan hipotonis.Sedangkan pada gelas II, III, dan IV terjadi peristiwa plasmolysis yang zat pelarutnya merupakan larutan yang bersifat hipertonis. Peristiwa plasmolysis dipengaruhi oleh banyaknya zat hipertonis yang dilarutkan, atau seberapa tinggi konsentrasi zat pelarutnya.
                Dari data hasil pengamatan hasil osmosis di atas menunjukkan bahwa gelas I, II, III, dan IV terjadi peristiwa osmosis di mana terjadi perpindahan. Adapun factor factor yang mempengaruhi proses osmosis ada 5 yaitu dalam percobaan I ni factor yang diamati hanya perbedaan volume zat yang diamati sebagai variable control.

VII.          DISKUSI
1.             Air dan sel kentang yang kamu bawa itu untuk mengamati proses apa? Jelaskan!
Jawab :
Osmosis. Karena terjadi proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi rendah (air murni) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (air bercampur larutan garam) melalui membrane semipermeabel, sehingga didapatkan larutan yang berkonsentrasi seimbang (isotonis).

2.             Sebutkan factor yang mempengaruhi air murni bisa masuk ke sel kentang!
Jawab :
·            Air bersifat hipotonis terhadap sel kentang.
·             Sel kentang kemasukan air

3.             Apakah pada gelas satu terjadi turgiditas? Jelaskan!
Jawab :
Ya. Dikarenakan masuknya air ke dalam sel kentang sehingga akan menyebabkan tekanan. Tekanan tersebut yang menyebabkan potongan kentang bertambah besar. Serta mengembang/ menegangnya dinding sel kentang karena berada pada larutan hipotonis (air murni).

4.             Gelas manakah yang terjadi tanda-tanda krenasi / kentang menghitam?
Jawab :
Gelas II, III, dan IV.

5.             Jelaskan prediksimu pada gelas nomor berapa akan terjadi plasmolisis!
Jawab :

            Proses plasmolysis terjadi pada gelas II, III, dan IV.  Keadaan kentang yang semula sebelum dimasukkan warnanya kuning cerah , padat , permukaan halus setelah direndam selama 24 jam keadaan berubah : sel kentang menyusut , warnanya kuning pucat kehitaman , hal ini disebabkan karena cairan didalam sel kentang  keluar. Membrane sel kentang akan terjadi pengkerutan atau krenasi yang akhirnya membrane sel kentang lepas dari dinding sel.

VIII.       KESIMPULAN

                 Osmosis adalah proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui membrane semipermeabel, sehingga didapatkan larutan yang berkonsentrasi seimbang (isotonis).

                Proses masuknya air aquades ke dalam sel kentang yang menyebabkan kentang bertambah besar disebut peristiwa turgiditas. Sedangkan proses keluarnya cairan sel karena pengaruh larutan garam yang hipertonis disebut peristiwa plasmolysis.