Sunday, 22 September 2013

Keanekaragaman Hayati Yang Tinggi

1. Apa yang menyebabkan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi?

a. merupakan negara kepulauan;
b. memiliki unsur flora dan fauna yang berkisar dari wilayah Indomalaya sampai ke Australia;
c. terbagi menjadi 2 zona biogeografi, yakni wilayah oriental dan wilayah Australian. Wilayah oriental meliputi Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan, sedangkan wilayah Australian meliputi seluruh pulau kawasan timur Indonesia;
d. banyak pulau tersebar di Nusantara ini terisolasi beribu-ribu tahun sehingga tingkat endemisnya tinggi. Oleh karena itu, banyak jenis flora dan fauna yang hanya terdapat di Indonesia;
e. sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki laut yang luas, yaitu 3.650.000 km2 dengan panjang garis pantai 81.000 km, 14% dari panjang pantai bumi;
f. karena lautnya luas, Indonesia memiliki pantai dengan hutan bakau yang terluas dan terkaya jenis flora dan faunanya, yaitu 4,25 juta ha;
g. dengan laut yang luas, Indonesia memiliki sumber daya terumbu karang terkaya, misalnya atol, terumbu karang tepian, terumbu karang perintang (barrier), dan terumbu karang sebaran.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut di atas, dapat kita simpulkan bahwa keanekaragaman jenis hayati Indonesia sangat tinggi, karena tiap zona geografi memiliki karakter berbeda-beda, banyak pulau yang menyimpan hewan dan tumbuhan endemik, dan wilayah laut yang luas dengan biodiversitas spesifiknya. Dapat kamu bayangkan betapa beragamnya hayati Indonesia?
• Persebaran organisme dimuka bumi dipelajari dalam cabang biologi yang disebut biogeografi . Studi tentang penyebaran spesies menunjukkan bahwa spesies - spesies berasal dari satu tempat, namun selanjutnya menyebar keberbagai daerah .Organisme tersebut kemudian mengalami diferensiasi menjadi subspesies baru dan spesies baru yang cocok terhadap daerah yang ditempatinya.
•       Penghalang geografi atau barrier seperti gunung yang tinggi, sungai dan lautan dapat membatasi penyebaran dan kompetisi dari suatu spesies  (isolasi geografi). Adanya isolasi geografi juga menyebabkan perbedaan susunan flora dan fauna diberbagai tempat.
Berdasarkan adanya persamaan fauna
didaerah - daerah tertentu , maka
dapat dibedakan menjadi 6 daerah
biogeografi dunia sebagai berikut:
• Nearktik : Amerika utara
• Palearktik : Asia sebelah utara Himalaya, Eropa dan Afrika , gurun sahara sebelah utara.
• Neotropikal : Amerika Selatan bagian tengah.
• Oriental: Asia, Himalaya bagian selatan.
• Ethiopia : Afrika
• Australian : Australia dan pulau - pulau sekitarnya

2. apa keunikan keanekaragaman hayati Indonesia dilihat dari persebarannya ?
Di dunia terdapat enam wilayah (zona) utama persebaran mahluk hidup (biogeografi), yaitu zona paleartik, zona Neartik, zona Neotropik, zona Etiopia, zona Oriental (Asia), dan zona Australia. Indonesia memiliki keunikan karena terletak di antara dua zona biogeografi, yaitu zona oriental dan zona Australia. Zona oriental meliputi wilayah barat Indonesia, yaitu sumatera, jawa, bali, dan Kalimantan. Di wilayah barat Indonesia terdapat hewan-hewan yang memiliki kemiripan dengan hewan-hewan yang terdapat di benua Asia, misalnya, harimau, badak, gajah, banteng dan kera.
  Wilayah timur Indonesia, yaitu Maluku dan Papua, termasuk zona Australia. Hewan-hewan di wilayah itu memiliki kekiripan dengan hewan-hewan yang ada di benua Australia, contohnya kus-kus, walabi, platypus dan kanguru. Adapun wilayah tengah Indonesia, seperti Sulawesi dan Nusa Tenggara, termasuk zona peralihan  antara zona oriental dan zona  Australia. Hewan-hewan dan sedikit tumbuhan di wilayah ini lebih mirip dengan hewan-hewan dan tumbuhan dari zona Australia, misalnya opossum dan pohon ekaliptus

3. Apa keuntungan yang dimiliki Indonesia dengan
adanya keanekaragaman hayatinya yang tinggi ?
• Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Pangan di Indonesia
• Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Sandang dan Papan
• Memberi peluang untuk mengembangkan penelitian demi pemulihan keanekaragaman hayati
• Sumber daya Hayati sebagai Sumber Obat dan Kosmetik
• Keanekaragaman hayati juga memberikan pemandangan alam yang indah.
• Aspek Kultural Sumberdaya Hayati di Indonesia

Monday, 2 September 2013

Cara membutsir lilin hias dengan paraffin

Cara Membutsir Lilin Hias
     i.        Bahan :
·         Parafin
·         benang kasur
·         pewarna (untuk mempercantik lilin)
·         parfum (untuk memberi aroma pada lilin).


   ii.        Peralatan :
·        Botol bekas selai, atau yang lain, yang lubang dan kacanya tebal. Botol inilah yang nantinya akan menjadi wadah lilin.
·        Panci kecil.
·        Gelas kecil; untuk menambah kecantikan berupa gradasi warna benderang, usahakan gunakan gelas yang transparan.
·        Tusuk sate; jangan sampai lebih pendek daripada diameter mulut gelas.

  iii.        Langkah Awal :
a)    Ikatlah benang kasur di tengah tusuk sate yang disiapkan.
b)   Letakkan tusuk sate di atas gelas; kemudian aturlah agar benang kasur tadi jatuh ke dasar gelas, tetapi letaknya tetap berada di tengah-tengah gelas.

  iv.        Langkah Pembuatan Lilin :
1.     masukkan parafin yang tersedia ke dalam botol bekas tadi. Jangan lupa untuk membersihkan, mencuci, dan mengeringkan botol bekas tadi sehingga terlihat mengilap dan nantinya akan mempercantik bentuk lilin yang kita buat.
  1. Siapkan panci, kemudian isi sepertiga volume panci dengan air. Letakkan botol yang berisi parafin tadi di dalam panci.
  2. Panaskan panci dengan api kecil; kemudian aduk parafin pelan-pelan hingga parafin tersebut mencair.
  3. Tambahan pewarna yang disediakan. Anda bisa memilih, entah merah, kuning, hijau, atau biru, sesuai keinginan.
  4. Cobalah angkat panci, kemudian Anda bisa menambahkan parfum ke dalam parafin untuk membuat aroma wangi padanya.
  5. Parafin ini cair bentuknya bukan? Tuangkanlah parafin ini pada gelas. Kemudian, diamkan hingga benar-benar mengeras.

    v.        Kreasi Warna Berlapis :
ü  Tuangkan 1-2 sendok makan warna A, dinginkan hingga keras
ü  Lalu tambah 1-2 sendok warna B, dinginkan kembali hingga keras
ü  Ulang ke warna A atau ke warna C, dst

  vi.        Kreasi Warna Lilin Bergradasi/Bercampur :
Sama dengan proses lilin lapis, hanya saat menuangkan lilin berwarna B tidak usah menunggu lilin berwarna A mengeras.

 vii.        Kreasi Lilin Agar Menarik :
Beri tambahan lilin malam berwarna-warni yang biasa dimainkan anak-anak, dan tempelkan pada permukaan dalam gelas (bentuk agar berupa bunga, daun atau lainnya jika dilihat dari luar gelas). Lalu tuangkan paraffin cair (jangan terlalu panas, agar lilin malam tidak ikut mencair)

viii.        Tips :
Ø Agar sumbu lebih tegak, bisa dicelupkan terlebih dahulu ke paraffin cair
Ø  Gunakan sendok makan saat menuangkan paraffin cair jika mulut gelas kecil
Ø  Jangan keluarkan botol dari panci berisi air agar paraffin tetap cair
Ø  Ingat walau lilin berwarna-warni, parfum harus sama


Benda hidup dan benda mati saling ketergantungan

Benda hidup dan benda mati saling bergantung. Kedua benda tersebut memiliki perbedaan dan persamaan. Perbedaan – perbedaan itulah yang membuat mereka mampu saling  melengkapi dan saling menguntungkan. Benda hidup tanpa benda mati tidak dapat melangsungkan kehidupan dengan baik. Benda mati tanpa benda hidup menjadi tidak bernilai. Misalnya tanaman membutuhkan air dan mineral-mineral yang ada di dalam tanah. Jika tidak ada zat zat tersebut maka tanaman tidak akan tumbuh dengan subur. Sebaliknya, jika tidak ada tanaman yang tumbuh di tanah pasti tidak ada yang melindungi tanah dari terjangan air hujan.
Pengelompokan benda benda di dasarkan dari ciri-ciri umum benda tersebut. Benda hidup mempunyai ciri-ciri : bernafas, bergerak, tumbuh, memerlukan nutrisi dan bereproduksi. Sedang kan benda mati tidak mempunyai ciri-ciri umum tersebut. Contoh benda hidup : tumbuh tumbuhan, binatang, manusia. Contoh benda mati : air, udara, tanah, batu dan lain-lain
Kata-kata yang mempunyai makna yang sama dengan kata “mengelompokkan” adalah mengklasifikasi, menggolongkan.
Binatang termasuk ke dalam kelompok  benda hidup. Binatang dapat di bagi menjadi 2, yaitu : vertebrata (bertulang belakang) dan invertebrata (tidak bertulang belakang)
Manusia termasuk ke dalam kelompok benda hidup. Karena memepunyai ciri-ciri  umum yaitu bernafas, bergerak, tumbuh, memerlukan nutrisi dan bereproduksi.
Ada anggapan bahwa manusia adalah binatang yang dapat berfikir, itu dikarenakan manusia mempunyai tulang belakang, dan itu disebut vertebrata. Sedangkan vertebrata termasuk dalam jenis binatang. Yang membedakan binatang tidak mempunyai akal, tetapi manusia mempunyai akal. Maka dari itu manusia bias disebut binatang yang dapat berfikir


Pengertian Sosiologi

1.   Cobalah anda membuat rangkuman mengenai ilmu sosiologi. Apa sajakah yang Anda ketahui tentang ilmu ini? Tuangkan dalam bentuk tulisan dengan menggunakan gaya bahasa Anda sendiri.

Jawab :

            Istilah Sosiologi berasal dari kata Socius dan Logos. Socius ( Bahasa latin) berarti kawan dan logos ( bahasa Yunani) berarti kata atau bicara. Jadi Ilmu Sosiologi berarti : ilmu yang berbicara mengenai masyarakat dan lingkungannya. Sebagai bagian dari ilmu sosial, objek sosiologi adalah masyarakat. Fokus kajian sosiologi adalah hubungan-hubungan antarmanusia dan proses yang timbul dari hubungan-hubungan tersebut di masyarakat.

            Sosiologi pada awalnya merupakan bagian dari filsafat yang juga membahas masyarakat. Hanya saja, pada saat itu sosiologi belum memiliki satu metode ilmiah yang berdiri sendiri.
            Pada abad ke-19, Auguste Comte mempelopori lahirnya sosiologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri. Ia adalah orang pertama kali yang memakai kata“Sosiologi“.
Disebut sebagai Bapak Sosiologi
            Peletak dasar sosiologi sebagai sebuah ilmu adalah Emile Durkheim.

Sosiologi adalah sebuah studi sistematis tentang :
-   Perilaku sosial dari individu-individu
-   Cara kerja kelompok-kelompok sosial, organisasi, kebudayaan, dan masyarakat
-   Pengaruh dari masyarakat, organisasi, kebudayaan, dan masyarakat terhadap perilaku individu dan kelompok

Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan
Memenuhi syarat-syarat :
a.    Bersifat  empiris, berdasar pada hasil observasi
b.    Bersifat  teoritis, yaitu menyusun abstraksi (kerangka dari unsur-unsur yang didapat di dalam observasi)
c.    Bersifat kumulatif, yaitu teori yang ada dibentuk dari teori-teori sebelumnya
d.    Bersifat non-etis, yaitu menjelaskan fakta-fakta secara analitis dan bukan mencari baik buruknya suatu fakta

Peran Sosiologi Bagi Masyarakat

*      Untuk Pembangunan
Sosiologi berguna untuk memberikan data sosial yang  diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan maupun penilaian pembangunan.
*      Untuk  Penelitian
Dengan  penelitian dan penyelidikan sosiologis, akan diperoleh suatu perencanaan atau pemecahan masalah sosial yang baik.
Sosiologi  Menurut Para Ahli :

Ø  Charles Ellwood         : Pengetahuan yang menguraikan hubungan manusia dan golongannya, asal dan kemajuannya, bentuk dan kewajibannya
Ø  Herbert Spencer      : Mempelajari tumbuh, bangun, dan kewajiban masyarakat
Ø  Max Weber               : Mempelajari  tindakan-tindakan social
Ø  Emile Durkheim         : Ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yaitu fakta-fakta yang berisikan cara bertindak, berpikir, dan perasaan yang ada di luar individu

Pemikiran Ahli Sosiologi

ü  Emile  Durkheim
Fakta Sosial : Yaitu cara bertindak, berpikir dan berperasaan yang berada di luar individu dan memiliki kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut.
       Example : tata  peraturan  sekolah

ü  Max  Weber
Tindakan Sosial : Yaitu tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain.
Example : Seseorang bernyanyi di kamar mandi bukanlah tindakan sosial tapi bila orang tersebut bernyanyi di atas panggung dengan mengharapkan pujian dari orang lain, maka tindakan tersebut disebut tindakan sosial. 

ü  Wright Mills
Khayalan sosiologis, yang diperlukan untuk dapat memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia

ü  Peter L. Berger
Pengungkapan realitas sosial, dimana seorang sosiolog harus mampu menyingkap tabir dan mengungkap berbagai tabir dan mengungkap tiap helai tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga

2.   Cantumkanlah data-data atau fakta-fakta yang mendukung tulisan yang Anda buat. Kemudian, bacakanlah hasilnya di depan kelas.

Jawab :

Menurut Soerjono soekanto masalah sosial dibedakan 4 yaitu :
 
  1. Masalah sosial dari faktor ekonomis misalnya kemiskinan dan pengangguran.
 
  2. Masalah sosial dari faktor Biologis misalya penyakit menular
 
  3. Masalah sosial dari faktor Psikologis misalnya penyakit saraf (mental) dan bunuh diri
 
  4. Masalah sosial dari faktor kebudayaan misalnya penceraian dan kenakalan remaja.
 

            Berikut ini merupakan fenomena-fenomena sosial di Indonesia yang merupakan data-data sosiologi yang perlu mendapatkan perhatian dari seluruh komponen bangsa. Adapun data-data sosiologis tersebut antara lain :
 
            A. Kemiskinan
 
            B. Kejahatan
 
            C. Diorganisasi Keluarga
 
            D. Masalah Generasi Muda dalam Masyarakat Modern
            E. Peperangan 
            F. Pelanggaran Terhadap Norma

            G. Pelacuran 
            H. Delinkuensi Anak-anak
 
            I. Alkoholisme

Sunday, 18 August 2013

PEMECAHAN MASALAH MALARIA SECARA ILMIAH

Alphonse Laveran, seorang dokter tentara berkebangsaan Perancis, pada tahun 1880 bekerja di Aljazair dengan tekun melakukan observasi, yaitu memeriksa darah penderita-penderita malaria. dari observasi yang dilakukan berulang-ulang, ia memperoleh data bahwa pada setiap darah penderita malaria ditemukan benda berbentuk cincin, sedangkan pada darah orang-orang yang sehat tidak ditemukan benda-benda itu.
Penemuan tersebut mendorng Laveran untuk menduga bahwa benda aneh itu ada hubungannya dengan penyakit malaria. Selanjutnya Laveran mencoba menyuntikan darah yang berasal dari penderita malaria kepada orang yang sehat. Dari percobaan yang berulang kali, Laveran mencatat bahwa orang yang mendapat suntikan tersebut kejangkitan penyakit malaria.
Masalah yang belum terjawab adalah bagaimanakah cara berjangkitnya penyakit malartia dari seseorang kepada orang lain. Dari hasil eksperimen yang dilakukan Laveran, timbullah dugaan bahwa menularnya wabah malaria melalui serangga pengahisap darah.
Pada tahun 1897, Ronald Ross berusaha meneliti berjangkitnya wabah malaria. Dari pengamatannya ia berhasil mengumpulkan data bahwa orang-orang yang tidur dengan kelambu terhindar dari wabah malaria. Dengan hasil pengamatan tersebut, Ross mengemukakan bahwa menularnya wabah malaria disebabkan oleh sejenis nyamuk. Untuk menguji kebenarannya, ia menyuruh beberapa sukarelawan untuk tidur di tempat yang berkelambu dan ke dalam kelambu itu dilepaskan nyamuk-nyamuk Anopheles betina. ternyata bahwa dua  dari sukarelawan-sukarelawan tersebut kejangkitan malaria.

Pertanyaan :
1. Bagaimana rumusan masalah penelitian Laveran?
Jawab : …………………………………………………………………………………..
2. Bagaimana rumusan hipotesis yang diajukan Laveran di dalam penelitian?
Jawab :   ………………………………………………………………………………………….
Bagaimana eksperiman yang dilakukan oleh Laveran?
Jawab :   ………………………………………………………………………………………………….
3. Tuliskan data yang diperoleh dari eksperimen Laveran!
Jawab :   ………………………………………………………………………………………………….
4. Tuliskan kesimpulan yang diperoleh Laveran!
Jawab :   ………………………………………………………………………………………………….
5. Dari hasil penelitian Laveran, timbul masalah baru yang dipecahkan oleh Ronald Ross. Bagaimana rumusan masalahnya ?
Jawab :   ………………………………………………………………………………………………….
6. Data apakah yang dikumpulkan Ross yang mendasari didalam merumuskan hipotesisnya?
Jawab :   ………………………………………………………………………………………………….
7. Bagaimana rumusan hipotesis yang dikemukakan Ross?
Jawab :   ………………………………………………………………………………………………….
8. Bagaimana eksperimen yang dilakukan oleh Ross?
Jawab :   ………………………………………………………………………………………………….
9. Apakah tujuan dilaksanakannya eksperimen?
Jawab :   ………………………………………………………………………………………………….
10. Apakah data yang diperoleh dari eksperimen Ross?
Jawab :   ………………………………………………………………………………………………….
11. Apakah kesimpulan hasil penelitian Ross?
Jawab :   ………………………………………………………………………………………………….
12. Rumuskan langkah-langkah yang dilakukan oleh Laveran dan Ross dalam hal memecahkan masalah malaria sehingga tergambarkan jelas metode ilmiah yang dianutnya!
Jawab :   ………………………………………………………………………………………………

Wednesday, 8 May 2013

Parikan Lan Purwakanthi


  • Tegese Parikan
Parikan yaiku unen – unen kang dumadi saka rong ukara. Ukara sepisanan kanggo narik kawigaten, lan ukara kapindho minangka isi.
Parikan iku kaya pantun nanging mung rong larik, parikan migunakake purwakanthi guru swara.
Paugeran utawa pathokane parikan
Cacahing wanda kapisan, kudu padha karo ukara kapindho.
Ukara sing ngarep kanggo bebuka dene ukara sabanjure minangka isi, wos.
Tibaning ukara kang kapisan kudu padha karo ukara sing kapindho.
Parikan bisa dumadi saka rong gatra utawa patang gatra.
  • Tuladha parikan
Parikan (4 wanda + 4 wanda) x 2
a. Pitik blorok, manak siji. Jare kapok, malah ndadi
b. Wajik klithik, gula Jawa. Luwih becik, sing  prasaja.
c. Nyangking ember, kiwa tengen. Lungguh      jejer, tamba kangen.
d. Plesir sore, dina ahad. Naksir kowe, kakeyan ragat.
e. Plesir sore, dina minggu. Naksir kowe ora kewetu.
Parikan (4 wanda + 6 wanda) x 2
Bisa nggender, ora bisa ndemung. Bisa jejer, ora bisa nembung.
Bisa nggambang, ora bisa nyuling. Bisa nyawang, ora bisa nyandhing.
Manuk emprit, menclok godhong tebu. Dadi murid, sing sregep sinau.
Parikan (3 wanda + 5 wanda) x 2
Bayeme, wis kuning – kuning. Ayeme, yen wis nyandhing.
Timune, diiris – iris. Gumune, ora uwis – uwis.
Sirahe, dianguk -  anguk. senenge, yen wis kepethuk.
Parikan (4 wanda + 8 wanda) x 2
Klapa sawit, wite dhuwur wohe alit. Isih murid aja seneng keceh dhuwit.
Kembang menur, sinebar den awur – awur. Yen wis makmur, aja lali mring sedulur.
Rujak dhondhong, pantes den wadhahi lodhong. Yen wis condhong, tindakena gotong royong.
Tawon madu, ngisep sari kembang jambu.  Aja nesu, yen ditudhuhna luputmu.
Parikan (8 wanda + 8 wanda) x 2
.Gawe cao nangka sabrang, kurang sirup luwih banyu. Aja awatak gumampang, den sengkud nggregut  sinau.
Jangan kacang winor kara, kaduk uyah kurang gula. Piwelingku mring pra siswa, aja wedi ing rekasa.
kayu urip ora ngepang, ijo-ijo godhong jati. Uwong urip ora gampang, mula padha ngati-ati
Parikan padinan
Kece, ora enak. Melu kowe ora kepenak
Ngetan, bali ngulon. Tuwas edan, ora klakon.
Peyek diremet – remet. Ngenyek, aja banget – banget.
Pitik walik, jambu wulung. Dilirik, wadul mring kakung
Pitik walik saba kebon. Ketoke cilik jebul babon.
Manuk emprit nucuk pari, dadi murid bukune keri.

  •  Tegese Purwakanthi

Purwakanthi utawa aliterasi iku unen-unen utawa ukara kang runtut basa utawa sastrane. Purwakanthi kang runtut basane jenenge purwakanthi basa, dene yen ing sastra sinebut purwakanthi sastra. Purwakanthi bisa awujud ukara lumrah, bisa uga ngamot paribasan, saloka, utawa tembang. Purwakanthi bisa digolongake dadi telu, yakuwi: Purwakanthi guru swara, Purwakanthi guru sastra lan Purwakanthi Lumaksita.
Purwakanthi Guru Swara
  1. Aja dumè menang, banjur tumindak sawenang-wenang
  2. Ana awan, ana pangan
  3. Ana dina, ana upa
  4. Ati karep, bandha cupet
  5. Bareng wis makmur, lali marang sedulur
  6. Becik ketitik, ala ketara
  7. Gelem obah, mesthi mamah
  8. Inggah inggih, ora kepanggih
  9. Ijo-ijo godhong kara, bareng bodho lagi rumangsa
  10. Ireng-ireng kétok untuné, bareng seneng kétok guyuné
  11. Ora cepet, ora ngliwet
  12. Thenguk-thenguk, nemu kethuk
  13. Tuwas sayah, ora paédah
Purwakanthi Guru Sastra
  1. Aja dhemen memada samèng dumadi
  2. Bobot, bibit, bèbèt
  3. Janji jujur, jajahané mesthi makmur
  4. Sing sapa salah sèlèh
  5. Sing wèwèh bakal wuwuh
  6. Sluman slumun slamet
  7. Tata titi tentrem
Purwakanthi Lumaksita
  1. Asung bekti, bektiné kawula marang Gusti
  2. Bayem arda, ardané ngrasuk busana
  3. Lungguh dhingklik, dhingkliké wong cilik-xilik
  4. Nandang lara, laraning wong lara lapa
  5. Pandhu suta, suta madyaning Pandhawa
  6. Raja putra, putra dalemé Ngastina
  7. Saking tresna, tresnané mung samudana