Sunday, 7 September 2014

Laporan Resmi Praktikum Biologi (Difusi Sirup)

Pengamatan Difusi

I. Tujuan
  1. Mengamati proses difusi pada sirup
  2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses difusi
II. Dasar Teori
     Dalam keadaan yang sama, molekul kecil lebih cepat berdifusi melalui membran sel daripada molekul besar. Difusi sederhana dari molekul hidrofilik yang besarnya lebih dari 7 - 8 Å (Å = angstrom = 10-10 m) hampir tidak dapat berlangsung karena terhalang oleh membran sel, tetapi molekul tersebut dapat masuk ke dalam sel dengan cara difusi terbantu atau facilitated diffusion. (Biologi, XI, BSE hal 14) 
    Tidak seluruh molekul dapat berdifusi masuk ke dalam sel. Membran sel terdiri atas molekul-molekul fosfolipid dengan pori-pori ultramikroskopik yang dapat melewatkan molekul-molekul berukuran kecil dan ion. Molekul-molekul yang dapat melewati membran sel di antaranya adalah oksigen, karbon dioksida, air, dan beberapa mineral yang larut dalam air. Molekul berukuran sedang, seperti molekul gula dan asam amino, tidak dapat berdifusi melewati membran sel. (Praktis Belajar Biologi, XI, BSE hal 10)
III. Alat dan Bahan
  • Alat
  1. Pipet
  2. Gelas Aquades
  3. Stopwatch
  • Bahan
  1. Aquades
  2. Sirup (warna merah)
IV. Cara Kerja
  • Menyiapkan empat buah gelas aqua yang telah diisi dengan aquades dengan volume yang sama
  • Meneteskan sirup dengan pipet pada masing-masing gelas:
  1. Gelas I        → satu tetes sirup
  2. Gelas II       → dua tetes sirup
  3. Gelas III     → tiga tetes sirup
  4. Gelas IV     → empat tetes sirup
(Dengan bersamaan menjalankan stopwatch.)
  • Mencatat lama waktu yang digunakan untuk sirup mencapai larutan isotonis.
V. Data Hasil Pengamatan
NO
PERLAKUAN
WAKTU PENYEBARAN
1.
Aquades dalam gelas yang diberi satu tetes sirup.
41,25 detik
2.
Aquades dalam gelas yang diberi dua tetes sirup.
43,84 detik
3.
Aquades dalam gelas yang diberi tiga tetes sirup.
1.04,00 detik
4.
Aquades dalam gelas yang diberi empat tetes sirup.
1.51,00 detik

VI. Analisa Data

     Dari data hasil pengamatan hasil difusi di atas menunjukkan bahwa penyebaran molekul sirup yang bersifat hipertonis pada gelas I paling cepat dikarenakan perlakuan pada gelas I volume zat terlarutnya paling sedikit. Semakin sedikit volume zat terlarut maka semakin kecil pula ukuran partikelnya sehingga proses difusinya lebih cepat.

     Berdasarkan data hasil pengamatan di atas, pada gelas IV diperoleh data waktu 1 menit 51 detik dengan zat terlarut sebanyak empat tetes sirup. Pada gelas III diperoleh waktu 1 menit 4 detik dengan zat terlarut sebanyak tiga tetes sirup. Sedangkan pada gelas II diperoleh data waktu 43,84 detik dengan zat terlarut sebanyak dua tetes sirup. Dan pada gelas I diperoleh waktu 41,25 detik dengan zat terlarut sebanyak satu tetes.Dari data yang telah diperoleh dapat diketahui bahwa pada gelas I yang diberi satu tetes sirup dengan gelas II yang diberi dua tetes sirup lama waktu pelarutannya berbeda, begitu pula antara gelas II dengan gelas III, gelas III dengan gelas IV, dan seterusnya. Hal tersebut terjadi karena perbedaan zat terlarutnya (sirup).Semakin banyak zat terlarut, maka semakin lama pula waktu pelarutannya agar kedua zat tersebut dapat mencapai larutan yang isotonis.

     Jadi difusi adalah perpindahan larutan dari konsentrasi tinggi/hipertonis dalam hal ini yang digunakan adalah larutan sirup menuju ke larutan encer/hipotonis dalam hal ini adalah air tanpa melalui membrane. Adapun factor-faktor yang mempengaruhi difusi ada lima, namun dalam percobaan ini tidak semua factor yang mempengaruhi difusi diamati, hanya volume zat terlarut yang diamati. Sedangkan volume zat pelarut ketebalan tempat/wadahnya, suhu, jarak, dibuat sama sebagai variable control.

     Selain percobaan yang telah dilakukan di atas dalam keseharian dapat dijumpai pula peristiwa lain yang juga memanfaatkan proses difusi. Contohnya adalah peristiwa larutnya gula dalam pembuatan minuman. Selain itu peristiwa tercemarnya air sungai karena limbah yang berkonsentrasi tinggi juga merupakan contoh lain dalam proses difusi.

VII. Diskusi
  • Air dan sirup yang kamu bawa itu untuk mengamati proses apa? Difusi
  1. Pada percobaanmu, faktor apa yang diukur dan mempengaruhi kecepatan difusi? Volume zat terlarut
  2. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor lainnya (selain yang diukur untuk percobaan) yang mempengaruhi kecepatan difusi!Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak, sehingga kecepatan difusi semakin tinggi.
    Ketebalan membran.
    Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
    Luas suatu area.
    Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
    Jarak.
    Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
    Suhu
    Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya!
  3. Peristiwa difusi ada dua macam, sebut dan jelaskan! Difusi terfasilitasi : Difusi yang memerlukan bantuan protein sehingga difusi ini melalui membran ; Difusi Sederhana : Perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah tanpa melalui membran
  4. Pada percobaan itu termasuk golongan difusi apa? Jelaskan! Difusi sederhana, karena difusi dalam percobaan ini tanpa melalui membran.
  5. Carilah contoh dalam kehidupan sehari-hari yang termasuk dalam dua golongan difusi! Pembuatan nata de coco, Penggunaan cairan infus
VIII. Kesimpulan
  1. Larutan sirup mengalami difusi sederhana yaitu perpindahan zat dari konsentrasi tinggi atau hipertonis ke konsentrasi rendah atau hipotonis tanpa melalui membran
  2. Dalam percobaan difusi ini hanya volume zat terlarut yang mempengaruhi faktor proses difusi
IX. Daftar Pustaka
Rachmawati, Faidah. 2009, Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Program IPA. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Ferdinand, Fictor. 2009. Praktis Belajar Biologi 2. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Friday, 22 August 2014

Pengamatan Osmosis Sel Kentang


I.                   TUJUAN

ü  Mengamati peristiwa osmosis pada sel kentang
ü  Mengamati terjadinya turgiditas pada sel kentang
ü  Mengamati terjadinya krenasi pada sel kentang

II.                DASAR TEORI
Secara luas, proses osmosis diartikan sebagai proses perpindahan pelarut melewati sebuah membran semipermeabel. Secara sederhana, osmosis dapat diartikan sebagai proses difusi air sebagai pelarut, melewati sebuah membran semipermeabel. Masuknya air ini dapat menyebabkan tekanan air yang disebut tekanan osmotik. Pada sel tanaman disebut tekanan turgor.
Terdapat tiga sifat larutan yang dapat menentukan pergerakan air pada osmosis, yaitu hipertonik, hipotonik, dan isotonik. Suatu larutan dikatakan hipertonik jika memiliki konsentrasi zat terlarut lebih tinggi dibandingkan larutan pembandingnya. Dalam hal ini, larutan pembanding akan bersifat hipotonik karena memiliki konsentrasi zat terlarut lebih kecil. Larutan isotonik, memiliki konsentrasi zat terlarut yang sama dengan larutan pembanding.
Osmosis adalah proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui membrane semipermeabel, sehingga didapatkan larutan yang berkonsentrasi seimbang (isotonis).
Bila sel memiliki konsentrasi zat terlarut lebih tinggi (sedikit air atau hipertonik) daripada di luar sel, maka air yang ada di luar sel akan masuk ke dalam sel. Peristiwa masuknya air ke dalam sel tersebut dapat mengakibatkan pecahnya sel pada sel hewan (hemolisis). Sedangkan, pada sel tumbuhan, sel hanya akan menggembung karena ditahan oleh dinding sel. Konsentrasi air yang tinggi di luar sel disebut hipotonik.
Sedangkan, bila sel memiliki konsentrasi zat terlarut lebih rendah (banyak air) daripada di luar sel, maka air yang ada di dalam sel akan keluar sel. Keluarnya air dari sel akan mengakibatkan sel mengerut. Pada sel hewan, mengerutnya sel ini disebut krenasi, sedangkan pada sel tumbuhan disebut plasmolisis.
Pergerakan molekul air melalui membran semipermeabel selalu dari larutan hipotonis menuju ke larutan hipertonis sehingga perbandingan konsentrasi zat terlarut kedua larutan seimbang (isotonik). Misalnya, sebuah sel diletakkan di dalam air murni. Konsentrasi zat terlarut di dalam sel lebih besar (hipertonik) karena adanya garam mineral, asam-asam organik, dan berbagai zat lain yang dikandung sel. Dengan demikian, air akan terus mengalir ke dalam sel sehingga konsentrasi larutan di dalam sel dan di luar sel sama. Namun, membran sel memiliki kemampuan yang terbatas untuk mengembang sehingga sel tersebut tidak pecah. Pada sel darah merah, Peristiwa ini disebut hemolisis. Pada sel tumbuhan, peristiwa ini dapat teratasi karena sel tumbuhan memiliki dinding sel yang menahan sel mengembang lebih lanjut. Pada sel tumbuhan keadaan ini disebut turgid. Keadaan sel turgid membuat tanaman kokoh dan tidak layu.
Di alam, air jarang ditemukan dalam keadaan murni, air selalu mengandung garam-garam dan mineral-mineral tertentu. Dengan demikian, air aktif keluar atau masuk sel. Hal tersebut berkaitan dengan konsentrasi zat terlarut pada sitoplasma. Pada saat air di dalam sitoplasma maksimum, sel akan mengurangi kandungan mineral garam dan zat-zat yang terdapat di dalam sitoplasma. Hal ini membuat konsentrasi zat terlarut di luar sel sama besar dibandingkan konsentrasi air di dalam sel.
Jika sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonik, air akan terus-menerus keluar dari sel. Sel akan mengerut, mengalami dehidrasi, dan bahkan dapat mati. Pada sel tumbuhan, hal ini menyebabkan sitoplasma mengerut dan terlepas dari dinding sel. Peristiwa ini disebut plasmolisis. Dengan demikian, pada saat tertentu, sel perlu meningkatkan kembali kandungan zat-zat dalam sitoplasma untuk menaikkan tekanan osmotik di dalam sel. Cara sel mempertahankan tekanan osmotiknya ini disebut osmoregulasi.

III.             ALAT DAN BAHAN
a.       Alat
1.      Cutter/ pisau
2.      Penggaris
3.      Gelas aquades
4.      Tisu
5.      Sendok makan

b.      Bahan
1.      Kentang
2.      Garam
3.      Aquades

IV.             CARA KERJA
a.       Mengupas umbi kentang lalu memotong berbentuk dadu dengan ukuran 1 cm x 1 cm x 1 cm sebanyak empat buah.
b.      Merendam potongan umbi kentang selama sehari ke dalam gelas aqua yang berisi:
a)      Gelas I     → aquades
b)      Gelas II    → satu sendok makan garam
c)      Gelas III → dua sendok makan garam
d)     Gelas IV  → tiga sendok makan garam
c.       Mengangkat potongan umbi kentang yang telah direndam lalu tiriskan di atas tisu.
d.      Mengamati dan mencatat perbedaan umbi kentang setelah direndam.

V.                DATA HASIL PENGAMATAN

NO.
PERLAKUAN
KONDISI FISIK PADA KENTANG
SEBELUM DIRENDAM
SESUDAH DIRENDAM
1.
Rendaman kentang dengan aquades.
v  Warna kuning cerah
v  Tekstur padat
v  Permukaan halus
v  Warna kuning pucat
v  Tekstur padat, mengembang
v  Permukaan halus
2.
Rendaman kentang dengan larutan garam   (1 sendok makan)
v  Warna kuning cerah
v  Tekstur padat
v  Permukaan halus
v  Warna kuning dengan bercak-bercak kehitaman
v  Tekstur agak lembek
v  Permukaan agak kasar
v  Sedikit mengkerut

3.
Rendaman kentang dengan larutan garam   (2 sendok makan)
v  Warna kuning cerah
v  Tekstur padat
v  Permukaan halus
v  Warna kuning pucat kehitaman
v  Tekstur lembek
v  Permukaan kasar
v  Mengkerut, bertambah kecil
4.
Rendaman kentang dengan larutan garam     (3 sendok makan)
v  Warna kuning cerah
v  Tekstur padat
v  Permukaan halus
v  Warna keputihan dengan bercak-bercak hitam
v  Tekstur sangat lembek
v  Permukaan sangat kasar
v  Ukuran semakin kecil

VI.             ANALISA DATA

            Dari percobaan yang telah dilakukan, sel kentang mengalami perubahan, sebagian kentang mengalami pertambahan berat, namun ada kentang yang mengalami pengurangan berat. Hal ini terjadi karena air bersifat hipotonis maupun hipertonis terhadap sel kentang.
             Yang terjadi pada sel kentang setelah dimasukkan ke dalam air murni, kentang mengalami perubahan berat, yaitu kentang bertambah bertambah beratnya. Potongan kentang yang direndam di dalam air aquades yang bersifat hipotonis, akan menyebabkan air tersebut masuk ke dalam sel-sel kentang melalui membrane sel dari kentang sehingga kentang bertambah besar dan warnanya menjadi kuning pucat. Hal tersebut terjadi karena adanya peristiwa turgiditas, yaitu proses masuknya air ke dalam sel-sel tumbuhan sehingga akan menyebabkan tekanan. Tekanan tersebut yang menyebabkan potongan kentang bertambah besar.Hal ini terjadi pada gelas I.
                   Pada gelas II yang diberi satu sendok garam menyebabkan zat pelarut (air) menjadi larutan yang cenderung hipertonis. Hal tersebut membuat larutan di dalam sel kentang akan tertarik keluar sehingga kentang akan mengkerut dan warnanya berubah menjadi kuning kehitaman. Tekstur kentang pada gelas II juga berubah, semula yang bertekstur padat dan permukaannya halus menjadi agak lembek dan permukaannya menjadi sedikit kasar.
                   Pada gelas percobaan III, diberi dua sendok makan garam. Sama dengan peristiwa yang terjadi di gelas II, namun ada perbedaan dalam ukuran, warna, juga tekstur kentang.Potongan kentang yang direndam pada gelas III berwarna kuning pucat kehitaman dan berukuran lebih kecil dari kentang di gelas II.Sedangkan teksturnya lebih lembek dan permukaannya juga lebih kasar. Hal ini terjadi karena jumlah garam yang dilarutkan ke dalam air lebih banyak dibanding dengan gelas II, sehingga larutannya lebih bersifat hipertonis.
                   Dan pada gelas ke-IV yang diberi tiga sendok makan garam, potongan kentang yang direndam di dalam larutan ini berukuran paling kecil dibandingkan dengan potongan kentang pada gelas I, II, maupun III.Warnanya pun lebih pucat dan bintik-bintik hitamnya lebih banyak. Sedangkan teksturnya sangat lembek dan permukaannya menjadi sangat kasar.Hal ini disebabkan karena jumlah garam yang dilarutkan lebih banyak, yaitu tiga sendok makan.
                   Berdasarkan percobaan di atas, dapat diketahui bahwa peristiwa turgiditas terjadi pada gelas I dengan zat pelarut air yang merupakan larutan hipotonis.Sedangkan pada gelas II, III, dan IV terjadi peristiwa plasmolysis yang zat pelarutnya merupakan larutan yang bersifat hipertonis. Peristiwa plasmolysis dipengaruhi oleh banyaknya zat hipertonis yang dilarutkan, atau seberapa tinggi konsentrasi zat pelarutnya.
                Dari data hasil pengamatan hasil osmosis di atas menunjukkan bahwa gelas I, II, III, dan IV terjadi peristiwa osmosis di mana terjadi perpindahan. Adapun factor factor yang mempengaruhi proses osmosis ada 5 yaitu dalam percobaan I ni factor yang diamati hanya perbedaan volume zat yang diamati sebagai variable control.

VII.          DISKUSI
1.             Air dan sel kentang yang kamu bawa itu untuk mengamati proses apa? Jelaskan!
Jawab :
Osmosis. Karena terjadi proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi rendah (air murni) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (air bercampur larutan garam) melalui membrane semipermeabel, sehingga didapatkan larutan yang berkonsentrasi seimbang (isotonis).

2.             Sebutkan factor yang mempengaruhi air murni bisa masuk ke sel kentang!
Jawab :
·            Air bersifat hipotonis terhadap sel kentang.
·             Sel kentang kemasukan air

3.             Apakah pada gelas satu terjadi turgiditas? Jelaskan!
Jawab :
Ya. Dikarenakan masuknya air ke dalam sel kentang sehingga akan menyebabkan tekanan. Tekanan tersebut yang menyebabkan potongan kentang bertambah besar. Serta mengembang/ menegangnya dinding sel kentang karena berada pada larutan hipotonis (air murni).

4.             Gelas manakah yang terjadi tanda-tanda krenasi / kentang menghitam?
Jawab :
Gelas II, III, dan IV.

5.             Jelaskan prediksimu pada gelas nomor berapa akan terjadi plasmolisis!
Jawab :

            Proses plasmolysis terjadi pada gelas II, III, dan IV.  Keadaan kentang yang semula sebelum dimasukkan warnanya kuning cerah , padat , permukaan halus setelah direndam selama 24 jam keadaan berubah : sel kentang menyusut , warnanya kuning pucat kehitaman , hal ini disebabkan karena cairan didalam sel kentang  keluar. Membrane sel kentang akan terjadi pengkerutan atau krenasi yang akhirnya membrane sel kentang lepas dari dinding sel.

VIII.       KESIMPULAN

                 Osmosis adalah proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui membrane semipermeabel, sehingga didapatkan larutan yang berkonsentrasi seimbang (isotonis).

                Proses masuknya air aquades ke dalam sel kentang yang menyebabkan kentang bertambah besar disebut peristiwa turgiditas. Sedangkan proses keluarnya cairan sel karena pengaruh larutan garam yang hipertonis disebut peristiwa plasmolysis.

Friday, 30 May 2014

Orang Indonesia Harus Tetap Belajar Bahasa Indonesia

BAB 1
PENDAHULUAN

     A.   LATAR BELAKANG
Bahasa adalah alat komunikasi bagi manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Hal ini merupakan fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status bahasa tidak dapat ditinggalkan.
Bahasa mempunyai fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, karena dengan menggunakan bahasa seseorang juga dapat mengekspresikan dirinya, fungsi bahasa sangat beragam. Bahasa digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi, selain itu bahasa juga digunakan sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahasa memang sangat penting digunakan. Karena bahasa merupakan simbol yang dihasilkan menjadi alat ucap yang biasa digunakan oleh sesama masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari hampir semua aktifitas kita menggunakan bahasa. Baik menggunakan bahasa secara lisan maupun secara tulisan dan bahasa tubuh. Bahkan saat kita tidur pun tanpa sadar kita menggunakan bahasa.
Di negara kita Indonesia, banyak sekali bahasa yang digunakan, setiap pulau selalu berbeda-beda bahasa yang di gunakannya. Akan tetapi, bahasa pemersatu kita ialah Bahasa Indonesia. Banyak masyarakat pedalaman yang tidak bisa berbahasa Indonesia, misalnya di yogyakarta orang tua di sana banyak yang tidak mengerti bahasa Indonesia, mereka menggunakan bahasa daerahnya yaitu bahasa Jawa.

  1. RUMUSAN MASALAH
  1. Mengapa bahasa Indonesia perlu dipelajari?
  2. Seberapa pentingkah berbahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari?
  3. Apa manfaat mempelajari bahasa Indonesia?

  1. TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan makalah ini agar kita dapat memahami bagaimana pentingnya berbahasa indonesia yang baik dan benar serta memberi argumentasi bahwa kami menyetujui adanya pembelajaran bahasa Indonesia tetap dilaksanakan.


BAB II
PEMBAHASAN

Kita merasa prihatin bahwa orang Indonesia tidak dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Meskipun menggunakan bahasa Indonesia sehari-hari, mereka harus tetap mempelajari bahasa tersebut.
Pertama, bahasa Indonesia  adalah bahasa resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sebagai rakyat Indonesia tidak hanya menjadikan bahasa Indonesia sebagai sebuah alat komunikasi semata, melainkan sebagai identitas Negara yang diakui oleh undang-undang.
Kedua, bahasa Indonesia mengajarkan bagaimana cara berbahasa dan bertutur kata yang baik dan benar. Selain itu, juga dapat menumbuhkan rasa kesopan-santunan. Oleh karena itu, di era globalisasi ini dan ditambah pula dengan maraknya “bahasa gaul” dikalangan masyarakat, bahasa Indonesia harus tetap terjaga agar tidak memudar seiring dengan perkembangan zaman.
Ketiga, bahasa Indonesia menjadi sangat penting untuk dipelajari secara baik dan benar sebagai alat untuk mengenali dan mengembangkan kebudayaan serta hasil karya bangsa. Bagaimana mungkin dapat mengapresiasi hasil karya seperti puisi, syair, cerita, dan lainnya jika tidak mampu mengerti dan mempelajari karya-karya tersebut
Keempat, bahasa Indonesia tidak hanya dipakai di Indonesia, tetapi juga di negara-negara tetangga lainnya seperti Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura.
Kelima, untuk mendapatkan ilmu pengetahuan itu kita harus belajar bahasa Indonesia. Sejak kecil kita sekolah mulai dari sekolah di tingkat dasar, menengah, atas dan sampai kuliah. Ilmu itu di ajarkan dalam bahasa Indonesia. Kalau dulu kita belajar dari orang lain, kini giliran kita untuk mengajarkan kepada orang lain. Bagaimana kita dapat mengajarkan kepada orang lain sedangkan bahasa Indonesia kita berantakan.
Keenam, dalam kegiatan belajar mengajar buku yang berbahasa Indonesia sangatlah diperlukan untuk berkomunikasi kepada murid. Oleh karena itu sebaiknya buku-buku yang digunakan juga menggunakan Bahasa Indonesia sehingga membantu pelajar dalam memahami pelajarannya.
Selanjutnya, seperti isi sumpah pemuda yang ketiga yaitu bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan. Karena itulah bahasa Indonesia menjadi sangat penting untuk dipelajari sebagai alat pemersatu bangsa indonesia yang berbeda-beda ini. Komunikasi yang dilakukan oleh setiap orang bukan hanya komunikasi secara lisan, juga secara tulisan. Contohnya ada dua orang yang berkomunikasi dari suku (suku yang ada di Indonesia) yang berbeda dan bahasa yang berbeda, maka cara mengatasinya adalah dengan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia.
            Selain itu, mengingat orang asing mempelajari kebahasaan negara kita, hendaknya sebagai pemilik asli bahasa Indonesia lebih memperdalam bahasa tersebut. Tidak sewajarnya jika orang asing lebih pandai berbahasa Indonesia sedangkan kita tidak.
            Terakhir, untuk memperdalam ilmu pengetahuan kita harus belajar bahasa Indonesia. Sebelum mempelajari bahasa lain pelajarilah bahasa anda sendiri. Dalam setiap mempelajari suatu ilmu pengetahuan pasti menggunakan bahasa sebagai pengantarnya, sedangkan di Indonesia bahasa pengantarnya adalah bahasa Indonesia. Sehingga pembelajaran secara mendalam terhadap bahasa Indonesia diperlukan agar tidak ada kesalahpahaman dalam mempelajari suatu ilmu pengetahuan.
            Setelah kita memperhatikan beberapa alasan tersebut, kita semua sepakat bahwa orang Indonesia harus belajar Indonesia agar mereka dapat menggunakan bahasa tersebut tanpa kesalahan.


BAB III
PENUTUP

A.   KESIMPULAN
Dari uraian di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa sebagai bahasa resmi, bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi.
Pendidikan bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib
diajarkan mulai dari tingkat pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Akan tetapi yang sangat mengherankan sebagai warga negara Indonesia yang mengenyam pendidikan dan mempelajari bahasa Indonesia masih banyak yang belum mengerti dengan baik Bahasa Indonesia baik secara lisan maupun tertulis. Hal ini terlihat dari masih banyaknya pelajar yang memiliki nilai Ujian Nasional yang masih sangat rendah.
Setelah mengetahui fungsi bahasa Indonesia dalam pembahasan diatas maka kita harus mempelajari dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari apalagi dilingkungan yang berbeda kita harus pandai menyesuaikan diri, agar kita dapat dipandang baik oleh orang lain, serta agar kita mampu dalam berbahasa secara lebih matang dan untuk menumbuhkan sikap positif dalam berbahasa Indonesia.

Berikut adalah manfaat mempelajari Bahasa Indonesia yaitu antara lain :
  1. Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri.
  2. Sebagai sarana komunikasi.
  3. Sebagai adaptasi dan integrasi pada suatu lingkungan masyarakat.
  4. Sebagai alat kontrol sosial.
B.   SARAN
Bahasa Indonesia merupakan warisan budaya yang harus dijaga keaslian dan keutuhannya. Bahasa Indonesia tidak boleh dilupakan, untuk itu harus terus dipelajari sampai kapan pun karena masih banyak yang belum diketahui bagaimana cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Kami menyarankan bahwa belajar bahasa Indonesia harus tetap dilaksanakan oleh orang Indonesia. Karena selain sebagai aset bangsa,banyak dampak positif yang dapat kita peroleh dari belajar bahasa Indonesia. Maka dari itu tetap pelajarilah bahasa asli kita bahasa Indonesia.